Catatan Kecil :
Cerita ini
terinspirasi dari mbok “panggilanku” dan bapak penjaja sprei, dimana keduanya
kurang beruntung secara fisik, namun keduanya tetap berjuang untuk
kehidupannya. Bapak penjaja sprei ingin mengais rezeki yang halal dan mbok
dengan kebaikan hatinya ingin menolong sesama. Dan Allah SWT sudah membuktikan
kepada kita bahwa dengan kuasaNYA, mereka bisa menjalankan kehidupannya dengan
baik, dengan SENYUM dan KEBAIKAN.
1. MBOK DAN PENJAJA SPREI
Pelajaran
berharga yang aku dapat hari ini, 5 Oktober 2013, pukul 08.30 WIB
Pagi ini, aku
bertemu dengan seorang laki-laki dan seorang wanita, mereka tidak saling
mengenal, laki-laki itu penjaja sprei dan wanita itu seorang pembantu rumah
tangga tetangga sebelah rumahku.
Awal cerita ,
seorang laki-laki ini menunjukkan secarik kertas ke wanita tersebut, namun oleh
wanita ini tiba-tiba saja langsung berlari
sambil diikuti oleh penjaja sprei itu dan menghampiriku lalu bertanya “Bu, alamat ini dimana ? “,
spontan aku semakin tidak mengerti dan balik bertanya “maksudnya apa mbok ini
{panggilan wanita itu karena aku mengenalnya}, ini loh bu, bapak ini mau kirim
barang tapi tidak tahu alamatnya”,aku balik bertanya “alamat apa mbok, ini
nggak ada alamatnya, hanya informasi sprei”, dan terlihat penjaja sprei itu
senyum kepadaku, sebaliknya mbok kelihatan seperti orang bingung yang sedang
kehilangan sandalnya. Di tengah kebingunganku dan mbok, bapak penjaja sprei ini
berbicara dengan bahasa isyaratnya, sambil mengeluarkan barang dagangannya,
seperti berkeinginan untuk menawarkan barangnya ke saya dengan segala kemampuan
yang bapak ini miliki. Ya Alloh, akhirnya kebuntuan ini dapat kupecahkan dan
kumengerti, ternyata mereka berdua ini tuna rungu dan tuna aksara atau buta
huruf. Ya Alloh, Subhanallah ....hanya itu yang bisa kuucapkan atau speechless lah, bahasa gaul sekarang, sambil memandangi mereka
berdua.
Subhanallah,
keberuntungan tidak berpihak pada mereka tetapi tidak menjadi kendala buat
mereka untuk mencari kebaikan dunia akherat. Penjaja sprei ini mungkin tadinya
dengan menunjukkan secarik kertas yang berisikan daftar ukuran dan harga ini ke
mbok, nantinya berharap agar mbok bisa membeli 1 atau bahkan lebih dari barang
yang dibawa sebagai rezeki halal yang bapak itu dapatkan hari ini,tapi karena
mbok mempunyai keterbatasan dirinya yaitu tuna raksa atau buta huruf, sehingga
hanya dengan kebaikan hatinya yang menjadi jawaban dan terjadilah hal ini.
Subhanallah, aku
terhenyak dan sadar betapa hal itu tidak pernah terpikirkan, bahkan terabaikan
olehku karena berbagai prioritas keinginan yang kadang menyita waktuku.
Mereka sangat
sederhana dalam menjalankan hidupnya, dengan keterbatasan yang mereka miliki,
mereka masih tetap merasakan arti bahagia, selalu tersenyum, masih mampu
melakukan kebaikan kepada sesamanya dan bahkan mungkin masih bisa menunjukkan
rasa bersyukurnya dalam kesehariannya atau bahkan punya mimpi.
Ya Alloh, tanpa
sadar terucap doa dan bahkan rasa syukur yang mendalam, Alhamdulillah ....bahwa
aku masih beruntung, kenikmatan yang terabaikan selama ini ternyata bagi orang
lain sangat penting. Mata,telinga,hidung,mulut,tangan,kaki, tubuh yang utuh ini
bahkan bisa membacapun adalah kenikmatan yang luar biasa.Syukur Alhamdulillah,
Allahuma Aamiin.
Catatan Kecil :
Cerita ini
terinsiprasi dari putri kecilku, Annisa Jumhan. Berbekal pada ketulusan hatinya
tanpa meminta imbalan apapun, tapi Allah SWT berkehendak lain. Ketulusan hati
yang ikhlas tanpa tujuan, tanpa meminta imbalan, dijawab dengan kebaikan yang
Allah SWT punya. Dari cerita ini, aku juga semakin yakin bahwa berbuat baik
kepada orang lain jika ikhlas dilakukan, InsyaAllah kebaikan akan kita
dapatkan, apakah itu langsung ataupun nanti kita terima di akherat kelak.
2. KADO TERINDAH KARENA KETULUSANNYA
Hari ini, Sabtu 12 Oktober 2013 @Semarang
Pelajaran berharga kudapat dari putri kecilku,
Annisa Jumhan.
Berbekal dengan
ketulusan hati untuk memberi kado Guru PPL di sekolahnya, putri kecilku
mendapatkan kado terindah menurutnya.
Kuselalu
menganggapnya putri kecilku karena aku tidak ingin kehilangan masa-masa
pertumbuhannya yang semakin hari semakin dewasa, dan semakin suka dengan
kesendiriannya.
Awal cerita, pada
hari itu Sabtu, 28 September 2013 weekend
kata orang bilang, selalu kita sempatkan pergi bersama untuk menciptakan
kebersamaan. Seperti biasa, putri kecilku selalu ingin ke Gramedia atau toko
accesories untuk mencari sesuatu yang dibutuhkan. Sambil kumenunggu begitu lama
dan sempat terbesit dalam hati,“Apa sich yang dicari kakak ? kok lama banget”.
Akhirnya beberapa menit kemudian kakak keluar sambil menenteng kantong plastik
dan tersenyum kecil seperti ada kepuasan dalam hatinya telah mendapatkan
sesuatu yang menjadi angan-angannya. Tanpa saya dan papanya bertanya, hanya
adiknya yang sesekali nyeletuk,”kok lama to kak {dengan logat semarangnya},
beli apaaan ?”, kakaknya hanya tersenyum.
Besoknya seperti
biasa, sebelum berangkat sekolah, kakak selalu meminta uang saku, namun minggu
ini ada yang berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya, kakak meminta uang
sakunya langsung 1 minggu,sambil kubertanya,”tumben kak, untuk apa ?”, kakak
menjawab,”ada keperluan ma, tapi tenang nggak minta lagi sampai 1 minggu”. Oke
jawabku, tanpa ada pembahasan mendalam, karena kumencoba memberi kepercayaan
kepada putri kecilku yang semakin lama semakin beranjak dewasa.
Hari ini, Sabtu 12 Oktober 2013. Terjawab sudah apa yang telah
dilakukannya selama ini dan kita sebagai orang tua hanya mengucap
syukur,”Alhamdulillah, selalu Engkau jaga hati putri kecilku dengan segala
kebaikan yang Engkau miliki..Ya Rabb”.
Pulang sekolah,
tiba-tiba ia berlari menuju kamar dan membuka kado yang didapat dari Guru
PPLnya,kulihat dari jauh ia menitikkan air mata sambil kegirangan, berteriak
kecil,” Mama...aku diberi hadiah guruku sebuah novel”.(Sebuah novel pendidikan
berjudul AYO SEKOLAH AYO SEKOLAH, Penerbit DIVAPRESS,Karangan Wiwid Prasetyo).
Kutersenyum dan ingin menitikkan air mata, tanda ingin larut dalam
kegembiraannya, kubertanya dengan segala penasaranku,”Kok bisa kak, gimana
ceritanya.”
Kakak sambil
melepas seragamnya mencoba untuk menjelaskan,”bahwa yang kemarin ma,kakak minta
uang saku selama 1 minggu itu buat beli kado guru-guru PPL dan yang kemarin
diantar mama ke toko accesories itu salah satunya untuk kadonya ma.”, sambil
menambahi kata-kata dan berlari ke belakang,”lumayan ma, dibelain nggak jajan 1
minggu.” {sambil ketawa kecil}
Ku hanya
memandangnya dan kusampaikan dalam hati “Putri kecilku yang sangat polos, sudah
tumbuh dewasa dan apa yang dilakukannya telah memberi pelajaran berharga
bagiku,dengan ketulusan hati tanpa meminta imbalan ternyata Engkau, Ya Rabb...
Penciptanya tidak pernah menutup mata untuk membalas kebaikannya.
“Terima kasih Ya
Allah SWT, telah Engkau beri pemikiran yang sangat berharga kepada putri
kecilku, semoga ini menjadi pengalaman terbaiknya selama bersosialisasi dengan
orang lain dan menjalani kehidupannya”.
“Kutitipkan
kepadaMU putri kecilku, Tolong jaga hatinya dengan Segala Kebaikan Yang Engkau
Miliki. Alhamdulillahirobbil alamiin. Segala Puji bagi Allah, Tuhan Semesta
Alam.
Catatan Kecil :
Cerita ini
terinspirasi dari diriku sendiri, doa seorang ibu tanpa lelah untuk
anak-anaknya agar mendapatkan perjalanan hidup yang terbaik dan menjadi manusia
sesungguhnya. Untuk jagoanku, aku berharap menjauhkan kelelahanku, agar dia
menjadi anak yang soleh dan berjuang untuk agamanya.
Dari cerita ini
juga, aku tahu bahwa sayang itu dapat diucapkan oleh seorang anak yang polos
karena kasih sayang kita yang ikhlas.
3. DUA SURAT YANG MELETUPKAN JANTUNG MAMA
Today I am proud you, my sun and my litle hero
....
Seperti mengalami
letupan detakan jantung yang sangat keras saat menunggu hari ini,Sabtu tanggal
12 April 2014.
Kenapa begitu,
karena hari ini adalah hari-H pengumuman lolos “DITERIMANYA” SD buat jagoan
kecilku,terlalu berlebihan memang jika dilihat dan dirasakan, tapi itu memang
yang terjadi pada saya saat ini. Sebagai seorang ibu yang mengharapkan anaknya
masuk dalam sebuah sistem pendidikan dan lingkungan baik, yang nantinya akan
menjadi langkah awal menuju kesuksesan masa depannya baik sukses menjemput
impiannya, masa depannya dan sukses menjadi hamba Allah SWT seutuhnya dari
agama yang diyakiniNYA.
Jam 10.00 siang
menunjukkan waktu hari ini, surat pertama mama terima yang merupakan hasil
observasi orang tua dan anak didik,tanpa sadar dan mungkin meninggalkan
aturan/norma yang ada, kubuka surat yang ada sambil berjalan menuju parkiran,
dan seperti merasakan dentuman,detakan jantung yang sangat keras sama seperti
saat mama berlari melihat pengumuman kelulusan diterima di sebuah Perguruan
Tinggi Negeri 20 tahun yang lalu.
“Pelan-pelan kubuka surat berharga ini dan “Alhamdulillah terucap syukur
yang mendalam, karena apa yang kami inginkan dan terbaik untuk jagoanku
terkabulkan olehMU,Ya Rabb dan ini merupakan limpahan rezeki di awal tahun
2014,DITERIMANYA Muhamad Gibran Maulana”.
Dan baru kali ini juga saya dikasih selamat oleh my husband, sambil memberikan tangannya untuk saya sambut dan saya
letakkan di dahi saya sebagai bentuk terima kasih saya atas dukungannya selama
ini. Tak hanya itu saja sebagai ungkapan kebahagiaan kami, kutuliskan dalam
status BBM ku hari ini “Good job my son...*jempol”.Mungkin
hal ini akan dilakukan juga oleh mama waktu saya lulus PTUN 20 th yang lalu
jika era digital sudah masuk di era itu.
Tak selang beberapa jam, surat kedua juga kami terima dan siap dibuka,
Surat Cinta dari jagoanku untuk mama, hasil dari kegiatan Outing Class di Kantor Pos beberapa minggu yang lalu dan sempat
tertunda pengirimannya karena terkirim di alamat yang lama. Sama seperti
sebelumnya letupan detakan jantung juga mama rasakan saat membuka surat ini,
karena surat ini ditulis oleh jagoanku sesuai dengan perasaan, emosi dan
pemikiran yang dia rasakan, dapat dikatakan surat ini adalah ungkapan sesungguhnya
perasaannya.
Dan ternyata eng ....ing......eng (kata orang Jawa bilang)...
Surat Cinta ini terdiri dari 4 baris dan 4 kalimat :
Gibran sayang mama
Gibran cita-cita jadi polisi
Gibran sayang papa
Gibran sayang kakakak (mungkin
yang dimaksud “Kakak”)
Senin,24 Maret 2014
Gibran
Alhamdulillah, ucapan syukur yang kami panjatkan,KARENA :
mas gibran sayang kepada kami semua,terima kasih mas gibran....we love you
too ....
mas gibran sudah punya cita-cita, hebat nak...gapai cita-citamu,gapai
mimpimu dan gapai imajinasimu, we always
support you my son....
Perasaan campur aduk seperti rujak manis dan bumbunya pas,...
Perasaan terharu,bahagia,bangga,senang dan puas sebagai seorang mama untuk
jagoannya.
Semoga lelah ini selalu ada hasil yang terbaik, karena ku yakin melakukan
yang terbaik dalam setiap pilihan, InsyaAllah dengan ridhoNYA akan mendapatkan
hasil yang terbaik juga.
Aamiin Ya Rabbal Alamiin.
Untuk apa, mengapa,dan siapakah Allah SWT.
4. Merenung Untuk
Kebaikan Diri
Kutundukkan sejenak kepalaku ini pada paruh waktuku,
sedetik, semenit, sejam bahkan sesuai perjalanan waktuku
Hanya untuk mengucap syukur kepadaMU, Ya Rabb Allah SWT,
atas segala nikmat, petunjuk, lindungan, kasih sayangMU dan arti penciptakanku.
Akulah manusia yang diciptakan olehMU sebagai kalifah bumi
yang diberikan kelebihan dari makhluk-makhluk lainnya.
Manusia yang diberi akal pikiran untuk memahami arti
penciptaan dan arti kebaikan dirinya.
Sebagai manusia, kita hanyalah pengendara diatas punggung
usianya.
Digulung detik demi detik,menit demi menit, hari demi hari,
bulan dan tahun tanpa terasa nafas kita terus berjalan, setia menuntun kita.
Dalam setiap lelah, Engkau selalu memberikan sandaran.
Dalam setiap kelemahan, Engkau selalu memberikan kekuatan.
Dalam setiap kesulitan, Engkau selalu memberikan
pengharapan.
Dalam setiap doa, Engkau selalu memberikan jawaban
Segalanya menjadi sangat mungkin, jika kita selalu
bersamaMU.
Kita meminta, Engkau selalu memberi
Kita menangis, Engkau selalu mendengarkan
Kita berdosa, Engkau selalu memaafkan
Kita bertaubat, Engkau selalu menerima taubatnya
Kita mengetuk, Engkau selalu membuka rahmatMU
Kita mendatangi, Engkau selalu sambut dengan berlari
Kita bertanya, Engkau selalu beri penjelasan
Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan ?
Merenung akan kehidupan yang kita jalani terasa bermakna
apabila kita mengerti akan arti merenung itu sendiri.
Kehidupan bagai sebuah tasbih, berawal dan berakhir pada
titik-titik yang sama
Kehidupan akan sempurna jika telah melewati serangkaian
untaian butiran suka, duka, derita, bahagia, gagal, sukses, pasang dan surut
seperti tasbih yang melingkar.
Kehidupanpun demikian, kemanapun pergi dan berlari, akan
tetap dalam lingkaran takdirNYA.
DariNYA kehidupan dimulai dan kepadaNYA kehidupan akan
berakhir.
Jadilah Manusia seperti awal penciptaanmu,penuh dengan
kebaikan diri di dalamnya.
5. Semakin tidak kumengerti tapi
aku yakin akan janjiNYA
6 Oktober 2013
Semakin hari, semakin tidak kumengerti rasa dan raga ini untuk siapa ?
Semakin kumencoba, semakin hampa dijalaninya
Tapi pasti akan berujung,
Kapan itu tidak akan pernah tahu .....
Lelah memang, tapi aku berusaha untuk menatanya
Kepingan-kepingan kaca yang pecah, berusaha untuk kutata kembali, agar
menjadi sebuah cermin
Cermin itulah yang kemudian menjadikanku seperti ini...
Cermin ini membuatku intropeksi...berubah...intropeksi dan berubah lagi
Lelah memang, tapi aku berharap .....
Semoga dalam perjalananku, ada cahaya yang menyinariku...
Cahaya tuk diriku sendiri dan orang-orang yang selalu kusayangi.
Itulah cinta, harapan dan semangatku,
Yang selalu kupertahankan agar aku bisa menjalaninya hingga hari ini dan
aku yakin akan janjiNYA.
Catatan Kecil :
Puisi ini tercipta karena terinspirasi dari sebuah persahabatan.
Perempuan-perempuan hebat yang tiap harinya dimulai dari pagi hingga malam,
tidak pernah tuntas untuk sebuah cinta yaitu buah hatinya. Tanpa terdampingi
belahan jiwa, namun tetap semangat menjalani hari-harinya. Sahabat-sahabatku terkasih, Keep Spirit ya !
7. Mendung Bergelora karena Cinta
Hujan rintik-rintik membuat suasana menjadi mendung
Apakah hati kita juga ikut mendung atau bahkan ceria menggelora
Nun jauh disana, ada seorang perempuan yang menampatkan hatinya untuk
sebuah cinta ...
Cinta yang membuat perempuan ini harus berhadapan dengan hiruk pikuknya
hati dan traffic light merah hijau kuning, yang melambangkan warna kehidupan
ini.
Cinta memang luar biasa...
Membuat hati tidak pernah lelah dan berkeluh kesah
Dengan ditemani lagu Kiss The Rain milik Yiruma, perempuan ini menyatu
dengan kehidupan dan cintanya .....
Wahai perempuan hebat, lakukan yang terbaik menurutmu
Jangan pernah lelah untuk satu tujuan, yaitu “Kemenangan karena ridho
Illahi”
Bersatu dengan cintamu ....
Tulisan by Dian Kusuma Damayanti
Foto by Chrisanti.blogspot.com (Ordinary me : diary dan puisi)

No comments:
Post a Comment