Welcome in my mine

Welcome in my mine
Ingin menjadi Wanita paling Bahagia di Dunia dan Akherat karena Ridho Illahi

Friday, April 11, 2014

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak



Pengertian dan wawasan tentang diri manusia pada hakekatnya dimulai dari awal permulaan eksistensinya yaitu pemahaman tentang dunia anak-anak. Pengalaman- pengalaman masa anak-anak itu merupakan landasan dasar bagi pembentukan kepribadiannya saat sekarang maupun saat dewasa nanti. Dengan begitu “masa anak” itu menjadi bagian yang esensial dari eksistensinya sebagai manusia yang mempunyai MAKNA dan ARTI mendalam.
Adakah anak itu memberikan ARTI tertentu bagi orang tuanya ? Ya, tidak dapat disangkal lagi bahwa anak itu memberikan arti dan pengaruh tertentu pada orang tuanya.
“Memberikan isi, nilai, kepuasan, kebanggaan dan rasa penyempurnaan diri. Rasa kepuasan diri dan penyempurnaan diri disebabkan keberhasilan orang tua (terutama sang ibu) yang telah melahirkan anak keturunan , yang akan melanjutkan semua cita-cita, harapan dan eksistensi hidupnya.
Hakekat anak adalah menuntut adanya rawatan, keamanan, pemeliharaan, pertolongan, bimbingan, pendidikan dan pertanggungjawaban sepenuhnya dari orang tuanya atau dapat diartikan adanya pengaruh timbal balik diantara orang tua dan anaknya atau yang lebih human (insaniah) yaitu relasi antara pendidik dengan anak didiknya. Oleh karena itu sebagai orang tua haruslah bersikap lebih bijaksana serta berhati-hati dalam memberikan tuntunan dan pendidikan kepada anak-anak sendiri dan anak-anak didik lainnya pada umumnya.
Berbekal pada literasi di atas, saya mencoba berbagi kisah pengalaman pribadi tentang bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Keberanian menuliskan kisah ini karena terinspirasi lewat tulisan Bunda Aan Wulandari, yang berjudul Ananda ’Dikhianati’ Teman yang dimuat di Koran Republika pada rubrik Buah Hati, dimana bunda Aan tidak pernah lelah mendampingi dan memberi pemahaman kepada anak terhadap sesuatu. Saat membaca rubrik itu, tiba-tiba angan melamun jauh dan teringatlah 9 tahun yang lalu saat mendampingi putri kecilku Nur Annisa Damayanti (Nisa) berusia 4 tahun. Di usia itu, ia sudah bersekolah pada jenjang TK A salah satu sekolah Islam di Surabaya. Awal masuk sekolah, ia adalah anak yang pemalu jika dilihat secara kasat mata, pendiam dan tidak berani menatap orang, kenapa saya mengatakan demikian karena saat awal masuk sekolah, ia bersembunyi di belakang badan saya agar tidak terlihat gurunya, tidak hanya itu selama seminggu saya harus ikut bersekolah di ruang kelas. Sungguh pengalaman yang tidak terlupakan sebagai mama untuknya. Dengan berjalannya waktu, proses mengubah karakter sifat tertutup dan pemalu secara terus-menerus saya lakukan bersama papanya sebagai tim yang solid, dari mulai ada tamu atau orang baru yang dikenal, kami membiasakan untuk “salim” {bahasa jawa-pen} artinya berjabat tangan dan mencium tangan, sebagai bentuk kontak awal dalam bersosialisasi dengan lingkungannya, sampai pada membiasakan Nisa agar berani mengemukakan pendapat dalam lingkungan keluarga misalnya mau makan apa, mau pergi kemana dsb. Kami tahu bahwa mengubah karakter sifat tertutup dan pemalu pada anak usia dini tidaklah semudah kita membalikkan telapak tangan, tapi membutuhkan proses dan komitmen yang tinggi sebagai orang tua. Dan hal ini, kami tidak pantang menyerah.
Teringat suatu waktu, saat kami sering melihat Nisa bercermin di kaca dengan berbagai gaya atau pose yang kadang membuat saya (terutama sebagai mama yang selalu mendampinginya) tersenyum sendiri. Ternyata putri kecilku pandai bergaya juga. Jalan berlenggak-lenggok dengan sepatunya, layaknya seperti peragawati yang sedang fashion show. Hii...hii....lucu juga melihatnya, apa waktu kecil saya juga seperti itu ya...hehehe. Akhirnya pada suatu hari, saya tercetus sebuah ide setelah melihat foto koleksi Nisa di album foto keluarga, tanpa memberitahunya kukirim salah satu foto yang menurut saya layak untuk ajang lomba foto. Ajang ini bertajuk Kids Competition Talent di Royal Plaza Surabaya, 17 Mei 2007 dan ternyata sesuai dugaan saya, putri kecilku mendapatkan Juara III kategori Action dan ia layak berdiri di atas panggung untuk menerima piala. Itulah awal kepercayaan diri putri kecilku mulai muncul, dari ikut berbagai lomba foto, ikut menjadi foto model suatu produk, ikut fashion show peragaan busana Batik, sampai mencoba talent baru yaitu menyanyi, menari tari tradisional dan dance, semuanya telah dicoba tanpa ada paksaan dari orang tua. Semakin bangganya kami sebagai orang tua, setelah melihat putri kecilku yang dulunya sangat tertutup dan pemalu tapi sekarang banyak prestasi yang diraihnya yaitu Juara I Foto Action Pemilihan Putra Putri BRITAMA 2007 di Pakuwon Trade Center Surabaya, Juara II Fashion Modelling Sanjaya Studio Model, Juara II Foto Ceria Tralala 2009, berkesempatan menjadi penyanyi latar bersama Rio Febrian pada event Berbagi Cinta Bersama Dancow 2010, berkesempatan berfoto bersama dengan Cak Ning Surabaya pada event Majapahit Travel Fair 2009, berkesempatan berfoto dengan Gubernur Jawa Timur Bapak Soekarwo pada event Hari Cuci Tangan Sedunia 2010 dan pengalaman-pengalaman lainnya yang akan menjadi cerita dalam kehidupannya di usia itu, dan hal ini secara tidak langsung sangat mempengaruhi prestasi di sekolahnya yang selalu mendapatkan ranking 5 besar. Semakin melengkapi kebanggaan kami sebagai orang tua, dengan diraihnya Top Ten Lulusan Terbaik salah satu SD Islam di Surabaya kategori Lulusan Terbaik dengan Jumlah UN Terbaik, Lulusan Terbaik dengan Nilai UN Sempurna dan Lulusan Terbaik kategori Hafal Juzamah Terbaik. Sungguh kebahagiaan yang tidak bisa kami lukiskan. Semoga pengalaman-pengalaman ini menjadi cerita menarik dan terindah buatmu putri kecilku di usia (6-12) tahun.
Di masa peralihannya sekarang atau lebih dikenal masa remaja, kami juga berkomitmen untuk tidak pernah lelah mendampinginya. Sekarang ini ia berusia 13 tahun dan bersekolah di jenjang SMP kelas 2. Pola asuh kami yang membiasakan untuk tidak memaksakan kehendak akan sesuatu kepada anak-anak, apapun pilihannya asal tidak menyimpang dan keluar jalur tidak begitu kami permasalahkan. Terciptanya kenyamanan dalam asuhan menjadikan putri kecilku semakin muncul rasa percaya dirinya. Namun ada satu hal yang selalu kami tekankan untuk anak-anak yaitu kedisiplinan waktu, komitmen dan tanggung jawab terhadap suatu pilihan. Semoga hal ini bisa dimengerti olehnya di masa peralihan usianya yang semakin banyak pengaruh globalisasi media dan budaya luar misalnya facebook, twitter, instagram,narkoba, kebebasan dsb. Saat usianya menginjak 13 tahun dan mulai adaptasi dengan kota baru yaitu Semarang, ia mencoba talent baru sebagai seorang pianis, dan Alhamdulillah ia berkesempatan juga tampil pada event yang bertajuk Konser Musik Imlek Kampoeng Semawis 2013 pada tanggal 23 Februari 2013. Di sekolahnya, ia juga masuk dalam kepengurusan OSIS dan ikut ekstra kurikuler Paskibra. Adaptasi yang perlu kami acungin jempol untuk usia anak 13 tahun karena mengikuti mutasi pekerjaan orang tuanya. Budaya, teman dan sekolah baru otomatis menjadi resiko buatnya, semoga semangat selalu ada dalam kehidupannya.
Dengan berbagi kisah pengalaman pribadi ini, kami berharap dan ingin menyampaikan kepada orang tua khususnya bunda bahwa buah hati kita adalah sangat berharga, jangan dilewatkan sedikitpun masa pertumbuhannya, dampingilah terus tanpa kenal lelah karena buah hati kita adalah investasi jangka panjang dan merupakan amanah terbesar dari Tuhan YME. Didiklah mereka dengan penuh kasih sayang, tanpa tekanan, berikan kenyamanan dalam lingkungan keluarga. Jadikan mereka pribadi mandiri dengan perbedaan pendapat yang mereka miliki, maka mereka akan tumbuh dengan sempurna dan penuh rasa percaya diri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki.
Di tangan anak-anak, kertas menjelma perahu Sinbad yang tak takluk pada gelombang,
Menjelma burung, yang jeritnya membukakan kelopak-kelopak bunga di hutan;
Di mulut anak-anak, kata menjelma Kitab Suci;
“Tuan, jangan kau ganggu permainanku.”
(Sapardi Djoko Damono)

Sumber literatur :
1. DR.Kartini Kartono, Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan),Penerbit Mandar Maju/1995/Bandung
2. Website Catur SetioWargo,Hakikat Anak Sebagai Manusia
3. Website Hakikat Anak dalam Al-Qur;an - quranlearningcentre.com



    



2 comments:

  1. Bagus sekali Bunda, ditunggu tulisan-tulisan berikutnya ya...

    ReplyDelete
  2. Thankyuuu pak Jimmy Han hehehe...always support me :)

    ReplyDelete