Welcome in my mine

Welcome in my mine
Ingin menjadi Wanita paling Bahagia di Dunia dan Akherat karena Ridho Illahi

Tuesday, January 27, 2015

Jodoh Tuhan itu UNIK dan akhirnya "KLIK"


Penyerahan Mahar





16 tahun yang lalu, tepatnya Hari Jum’at, 28 Januari 1999 M atau 10 Syawal 1419 H.
Bukan suatu kebetulan hari pernikahan kami adalah hari Jum’at, karena memang sengaja menjadi pilihan kami berdua. 
Mengingat ada yang melatar belakanginya yaitu ada 10 keutamaan pada hari Jum’at,salah satu diantaranya, yaitu :


Karena bahwasanya ia adalah sebaik-baik hari.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu dari Nabi Shallallahu ’alaihi wa Salam beliau bersabda,
خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة فيه خلق آدم وفيه أدخل الجنة وفيه أخرج منها ولا تقوم الساعة إلا في يوم الجمعة
Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari Jum’at, (karena) pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR Muslim).



Dengan berbekal pada keutamaan itu dan ridhoNYA tentunya,aku mantapkan keyakinan untuk berlabuh dengannya, seorang pria yang bernama Muhamad Jumhan.
Awalnya ada keraguan, jujur ya pa hihihi…, ini orang kok pendiam banget sich, bisa ngomong nggak ya, satu sisi aku juga tipe wanita yang nggak suka banyak bicara. Lah terus gimana caranya kita berkomunikasi, pake bahasa tubuhkah hehehe…
Belum lagi banyak perbedaan yang pastinya perlu ekstra kesabaran bahkan menurunkan ego dari masing-masing pasangan *hmmmmmm rasanya banyak PR dan tugas Negara nich…
Namun diluar keraguan yang menyelimutiku, ada 3 hal karakter dan 1 komitmen bersama yang aku yakini. 3 hal karakter itu adalah dia orangnya penyabar, penuh pertimbangan  dan pandai. Sedangkan 1 komitmen bersama adalah dia memperbolehkanku untuk bekerja selama saya mampu membagi waktuku dengan tugas sebagai seorang istri ataupun ibu nantinya. Dan jika resign itu adalah pilihanku sendiri. 
Mengenai awal dia terlihat pemalu atau pendiam itu adalah karakter, InsyaAllah pasti bisa dirubah dengan berjalannya waktu, saling berkomunikasi dan saling mendukung satu sama lain.

Bapak memberikan mandatnya kepada Wali Hakim



Ijab Kabul "Ikrar Janji Suamiku kepada Sang Khaliq"
Pembacaan Buku Nikah

Tepatnya Jumat, 28 Januari 1999, pukul 09.00 WIB Kami berikrar janji menjadi suami istri, seperti yang tersirat pada SIM (Surat Ijin Menikah) alias Buku Nikah ini, Dihadiri oleh 2 keluarga yang berbeda adat istiadat dan kebudayaan, walaupun sama-sama dari Jawa, dia dari Jawa Tengah, aku dari Jawa Timur, bertemunya di Jawa Barat hihihi sekilas info…numpang iklan lewat.
Saya pastikan kami adalah dua sisi yang berbeda.Beda adat istiadat, beda kebudayaan, beda kebiasaan dan itulah uniknya. Tuhan menyatukan perbedaan itu dengan kuasaNYA.


Sebagai seorang pasangan, kami mempunyai hak dan kewajiban masing-masing,
Apakah hak dan kewajiban sebagai seorang suami dan istri ?


Hal ini tertuang pada Buku Nikah yang dengan jelas dijabarkan, sengaja aku tuliskan kembali, agar aku selalu mengingatnya dan berharap juga bermanfaat bagi yang membaca.
Karena bisa jadi, pengalaman pribadi nich hehehe…Buku Nikah ini didengar dan hanya dibaca sekali pada awal pernikahan, selanjutnya pasti tersimpan rapi di File Pribadi atau kalau nggak sekali-kali difotocopy untuk keperluan administasi kependudukan atau administrasi lainnya. Bener nggak ….

Karena itu kucoba untuk menuliskan kembali scr detail, berikut hasil intipanku di Buku Nikahku sendiri :


Hak Bersama Suami Istri :
1.      Suami istri mempunyai hak seimbang dalam kehidupan rumah tangga dan pergaulan hidup bersama dalam masyarakat
2.      Masing-masing suami istri dapat melakukan perbuatan hukum
3.      Halalnya hubungan sebagai suami istri
4.      Menjalankan kekuasaan orang tua terhadap anak-anak yang belum berumur 18 tahun atau belum pernah kawin
5.      Jika suami atau istri melalaikan kewajibannya, masing-masing dapat mengajukan gugatan ke pengadilan
6.      Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama
7.      Apabila cukup alasan hukum tidak akan dapat hidup rukun sebagai suami istri, suami dapat mengajukan permohonan talak, sedang istri dapat melakukan gugatan cerai pada pengadilan
Hak Suami :
1.      Suami adalah kepala rumah tangga.
2.      Harta bawaan yang diperoleh sebagai hadiah atau warisan adalah dibawah penguasaannya, sepanjang tidak ditentukan lain oleh suami istri.
Hak Istri :
1.      Istri adalah ibu rumah tangga
2.      Memperoleh keperluan hidup berumah tangga sesuai dengan kemampuan suami
3.      Memperoleh perlindungan dan perlakuan yang baik dari suami  
4.      Memperoleh kebebasan berfikir dan bertindak sesuai dengan batas-batas yang ditentukan dalam ajaran agama dan norma sosial
5.      Harta bawaan yang diperoleh sebagai hadiah atau warisan adalah di bawah penguasaannya, sepanjang tidak ditentukan lain oleh suami istri.
Kewajiban Bersama Suami Istri :
1.      Menegakkan rumah tangga
2.      Harus mempunyai tempat kediaman yang tetap
3.      Saling mencintai, menghormati, setia dan memberi bantuan lahir batin.
4.      Saling memelihara kepercayaan dan tidak saling membuka rahasia pribadi
5.      Sabar dan rela atas kekurangan dan kelemahan masing-masing
6.      Selalu bermusyawarah untuk kepentingan bersama
7.      Memelihara dan mendidik anak penuh tanggung jawab
8.      Menghormati orang tua dan keluarga kedua belah pihak
9.      Menjaga hubungan baik bertetangga dan bermusyawarah
Kewajiban Suami :
1.      Memimpin dan membimbing keluarga lahir batin
2.      Melindungi istri dan anak-anak
3.      Memberikan nafkah lahir dan batin sesuai dengan kemampuan
4.      Mengatasi keadaan dan mencari penyelesaian secara bijaksana serta tidak bertindak sewenang-wenang
5.      Membantu tugas istri dalam mengatur urusan rumah tangga
Kewajiban Istri :
1.      Menghormati dan mencintai suami
2.      Mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya
3.      Memelihara dan menjaga kehormatan rumah tangga

Dari beberapa hal di atas, yang menjadikan mata ini langsung “melek” (bahasa Jawa – red) adalah pada saat membaca Kewajiban Bersama Suami Istri.
Pada Buku Nikah tersebut disebutkan ada 9 hal yang menjadikan kewajiban Suami Istri dan sembilan hal itulah yang merupakan tonggak keberhasilan sebuah pernikahan yaitu pernikahan Sakinah mawadah wa rahmah.
Setelah menerima Buku Nikah ini dan kami genggam dengan tangan masing-masing, sambil sesekali terlihat jepretan kamera untuk diabadikan, kucoba untuk meyakinkan kembali walaupun banyak ketakutan atau nervous mungkin ya, aku ucapkan Bismillahirrohmanirrohiim dalam hati dan aku yakin dengan istikharaku.
Pasangan Pisces dan Cancer
Saling mencintai, saling memelihara kepercayaan dan saling menghormati itulah langkah awal aku menjalankan pernikahan ini.

5 tahun pertama masa kami untuk beradaptasi. Adaptasi dari berbagai hal, dari makanan, hobbi,kebiasaan, sudut pandang terhadap sesuatu, cara menyelesaikan masalah dan sebagainya. Saat aku menuliskan ini, aku tersenyum sendiri, pernikahan itu seru, lucu juga, penuh tantangan dan kadang menjengkelkan. Hi…hi…hi…
Di 5 tahun pertama, kucoba untuk berbagi cerita, hal yang menjengkelkan awalnya tapi menjadikanku dewasa dan mengerti arti komunikasi serta arti menerima kekurangan dan kelebihan dari pasangan kita.
Suatu waktu aku sakit, kebiasaan dalam keluarga besarku, jika aku sakit, mama sangat panik dan sangat memperhatikan anak-anaknya, dan bentuk perhatian itu adalah menyuapi makanan, menungguinya, menanyakannya dan memberi obat. Dan tentunya kebiasaan itu melekat di diriku dan membayangkan hal itu akan terjadi juga dalam kehidupan rumah tanggaku. Namun, alhasil yang terjadi, suamiku hanya berdiri di depan pintu, sambil bertanya “ Gimana dik sakitnya, udah enakan belum, tanpa ada sentuhan dahi atau tangan”………..hmmmm jika waktu itu ada aplikasi BBM, pastinya udah muka geram dan warna merah sebagai statusku, walaupun tidak perlu dishare hehehe….
Waktu itu aku hanya bisa geram, menggerutu dan menangis. Di satu sisi suamiku tidak tahu apa yang salah di dirinya…..
Berjalannya waktu dan kok kebetulan juga, bukan karena aku berdoa dan mau balas dendam nich, Suamiku sakit dan hal itu menjadikan suamiku tahu, apa yang dimaksud dengan kemarahan yang terjadi saat aku sakit dulu.
Pada saat suamiku sakit, aku mencoba untuk merawatnya dengan baik seperti yang diajarkan orang tuaku waktu kecil dan ternyata berhasil dan itu yang kumaksud “suamiku berkata, dik ternyata orang sakit itu bukan dari obat ya, tapi perhatian itu juga hal penting untuk sembuh”. Alhamdulillah, akhirnya suamiku mengerti.
Dari situlah, suamiku bercerita panjang lebar kenapa waktu aku sakit dulu dia tidak bisa berbuat apa-apa, bukan karena dia tidak sayang cuman nggak tahu harus gimana karena dia terbiasa mandiri dan waktu itu ibu bekerja, sehingga saat dia sakit, ibu biasanya hanya berkata “Han, udah makan dan obatnya sudah diminum”, saat mendengar itu, aku tersenyum. Dalam hati aku berkata, walaupun ibu tidak mengajarkan itu secara detail bagaimana memperlakukan seorang wanita, tapi secara umum kamu sudah sangat baik memperlakukanku.
Alhamdulillah 5 tahun pertama pernikahan berjalan dengan baik, walaupun memang seperti Tom and Jerry hehehe…masih saling berselisih paham dan bertengkar melulu...namun sedikit demi sedikit menjadi pembelajaran kami berdua menuju kedewasaan dan kematangan berfikir.
5 tahun pertama pernikahan, kami dikaruniai seorang putri, Nur Annisa Damayanti, tepatnya tanggal 13 Agustus 2000.Anugerah terindah karena kami diamanahi seorang anak dan hal ini Kewajiban kami untuk memelihara dan mendidiknya.

5 tahun kedua pernikahan, kami jalani dengan penuh rintangan, kesabaran dan tentunya komunikasi serta saling pengertian terus kami lakukan, walaupun itu butuh proses yang panjang dan tidak instant.
Pada 5 tahun kedua pernikahan, kami dikaruniai seorang putra, Muhamad Gibran Maulana, tepatnya tanggal 1 Juli 2008. Anugerah terindah dan lengkap sudah menjadi seorang ibu, karena dikaruniai putra dan putri sepasang.
Jadi teringat, saat  dimana suamiku mendampingi saat kelahiran putra keduaku.Dia melihat sendiri bagaimana proses kelahiran itu dan nyawaku sebagai taruhannya.Dia menggenggam tanganku dan berkata “Terima Kasih”.
Ini merupakan proses perubahan dan pengertian dirinya kepada istrinya, yang dulu waktu kelahiran putri pertama, dia menunggu diluar bahkan sampai ketiduran karena tidak berani, bangun-bangun sudah disuruh adzan.

Pada 5 tahun kedua ini juga, dengan pilihanku sendiri, aku memutuskan untuk resign dari pekerjakaanku.
Aku yakin dengan pilihan ini  dan pasti terbaik untuk keluargaku nantinya.

5 tahun ketiga dan menuju angka ke 16, Alhamdulillah banyak diberikan kenikmatan olehNYA, baik kenikmatan secara lahiriah maupun batiniah.Semoga kami bisa memegang amanah ini dengan baik dan tidak menjadikan kami takabur dan lupa diri. aamiin YRA.
Terima kasih di angka ke-16 ini , hadiah terindah diberikan kepada kami. Sebuah titipan Allah SWT untuk kami. Sebuah rumah sebagai hadiah pernikahan dari suamiku untuk istri dan anak-anaknya.Alhamdulillah dan semoga barakallahu karena itu adalah hasil kerja kerasnya. Aamiin YRA.

Tak terasa, sudah banyak yang kutuliskan disini walaupun hanya dari hal-hal kecil tapi menurutku luar biasa dan tentunya sesuatu yang dapat mewakili dan membuktikan bahwa Jodoh Tuhan melalui pernikahan itu adalah UNIK.
UNIK nya karena bisa menyatukan semua perbedaan dengan dilandasi cinta dan kasih sayang. Penuh rintangan dan tantangan.

16 tahun sudah tak terasa terlewati,Hari ini Rabu,  28 Januari 2015. Aku melewati kebersamaan denganmu mas Han (panggilan sayangku). Banyak suka duka dan hikmah yang kita lewati.
Di angka 16 tahun ini, akhirnya aku merasa “KLIK” denganmu, mas Han.
Dari beberapa sifat kelebihan dan kelemahannya, ternyata menutupi kelemahan dan menambah yang menjadi value ku. Aku seperti menjadi seseorang yang bermanfaat karenanya. Dukungan, cinta dan kasih sayangnya menjadikanku sekarang ini, walaupun tidak menjadi seorang yang dikenal ataupun berkarier mungkin penilaian secara sosial, tapi di posisiku sekarang ini menjadi Ibu Rumah Tangga, aku bisa bangga dengan diriku sendiri. Aku bisa merawat dan menjadikan anak-anakku investasiku karena pendidikan dan pengalamanku.

Kutuliskan dalam blogku ini, sebagai bentuk terima kasih kepada suami tercintaku atas dukungannya .
Mas Han, terima kasih, engkau sudah menjalankan kewajibanmu sebagai seorang suami dengan baik. Dengan kesabaranmu, penuh pertimbangan dam kepandaianmu, aku istrimu bangga dan tidak salah dengan istikharaku.
Terima kasih Ya Rabb, atas petunjuk dan tuntunanMU sehingga Engkau buktikan dengan KuasaMU bahwa PilihanMU adalah BENAR.


Alhamdulillah, Allahuma Amiin.


Semarang, 28 Januari 2015

Catatan Kecilku :
Pada saat aku menuliskan cerita ini sampai pukul 01.30 dini hari, mas Han menemaniku dengan setia. Disampingku, dia tertidur pulas, semoga mimpi indah tentunya heheh.....
Alhamdulillah, bukti ridho suamiku akan hobbi masa kecilku ini dan berharap bermanfaat. Aamiin YRA.
Sekali lagi Terima Kasih untuk semuanya, Mas Han. Semoga kebaikanmu terhadapku dibalas dengan kebaikan yang Allah SWT miliki untuk hambanya. Jazakumullah Khairan Katsiran untukmu, suamiku.

Data by www.fimadani.com/10-keutamaan-hari Jum'at
Tulisan by Dian Kusuma Damayanti
Foto by Muhamad Jumhan

10 comments:

  1. Hemmm...mantap sekali tulisan bunda ni...semoga semakin menguatkan ikatan di antara kita, bersama mendidik putra putra kita di bawah naungan ridho Ilahi...

    ReplyDelete
  2. Met ultah pernikahan ke 16 mbak....
    cerita yang indah dan bertahap.
    Tahun ini tahun ke 12 saya dan suami. pengen bikin posting khusus tgl 11 Februari ini. hihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika berkenan, mohon bisa follower blog saya, makasih mbak Susindra.

      Delete
  3. Terima kasih ucapannya,salam kenal mbak susindra....Alhamdulillah jika posting ini bisa mjd inspirasi buat posting weeding annivnya tgl 11 febr nanti, ditunggu ya, pastinya banyak pengalaman dan serunya khan...ikut nggak sabar utk membacanya :) *peluk

    ReplyDelete
  4. Semoga pernikahannya langgeng ya mak.

    ReplyDelete
  5. Wah, sudah 16 tahun mengarungi bahtera rumah tangga, pastinya tak mudah...semoga saya bisa cepat menyusul hehehheh

    salam kenal, mampir ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mampir dan memberi koment, salam kenal juga. Aamiin YRA ikut dukung doa ya smg segera menyusul. :), Jika berkenan mhn bisa follower blog sy ya...

      Delete